Memilih laptop yang tepat untuk kebutuhan mahasiswa bukanlah hal yang mudah. Setiap mahasiswa memiliki kebutuhan yang berbeda, tergantung pada jurusan dan aktivitas akademik mereka.
Sebagian membutuhkan perangkat dengan performa tinggi untuk menjalankan aplikasi berat, sementara yang lain mengutamakan mobilitas dan daya tahan baterai.
ASUS memahami kebutuhan tersebut dengan menghadirkan dua lini laptop yang menarik, yaitu ASUS Vivobook Pro dan ASUS Vivobook Go.
ASUS Vivobook Pro dirancang untuk mereka yang membutuhkan spesifikasi tinggi, seperti mahasiswa desain grafis, teknik, atau multimedia.
Di sisi lain, ASUS Vivobook Go menawarkan harga lebih terjangkau dengan fitur yang cukup untuk aktivitas perkuliahan sehari-hari. Lalu, mana yang lebih cocok untuk mahasiswa? Mari kita bandingkan berdasarkan beberapa aspek penting berikut ini.
Perbandingan Vivobook Pro dan Vivobook Go
Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya melihat perbandingan antara keduanya dalam beberapa aspek penting. Berikut adalah perbandingan utama yang bisa menjadi pertimbangan sebelum membeli.
1. Performa Prosesor
ASUS Vivobook Pro hadir dengan prosesor yang lebih bertenaga, seperti Intel Core i7 atau AMD Ryzen 7 yang dirancang untuk menangani tugas berat. Laptop ini mampu menjalankan software desain grafis, pengeditan video, dan pemrograman dengan lancar. Selain itu, dukungan VGA yang lebih mumpuni memungkinkan penggunaan aplikasi berbasis grafis lebih optimal.
Sebaliknya, ASUS Vivobook Go lebih difokuskan pada efisiensi daya dengan prosesor yang lebih sederhana, seperti Intel Celeron atau AMD Ryzen 3. Laptop ini cukup untuk tugas-tugas ringan seperti mengetik, browsing, dan penggunaan aplikasi Office.
2. Kualitas Layar
Vivobook Pro biasanya dilengkapi dengan layar OLED atau IPS dengan resolusi tinggi, seperti 2.8K atau bahkan 4K. Layar ini memberikan warna yang lebih akurat dan tajam, sehingga sangat cocok bagi mahasiswa yang berkecimpung di bidang desain grafis, animasi, dan multimedia. Teknologi ini juga memberikan kenyamanan lebih saat bekerja dalam waktu lama.
Di sisi lain, Vivobook Go umumnya menggunakan layar Full HD dengan panel standar. Walaupun kualitasnya masih cukup baik untuk kebutuhan sehari-hari, layar ini mungkin kurang optimal bagi mahasiswa yang membutuhkan akurasi warna tinggi. Namun, bagi mahasiswa yang lebih sering mengerjakan tugas berbasis teks dan tidak memerlukan kualitas layar premium, Vivobook Go sudah cukup memenuhi kebutuhan.
3. Kapasitas Penyimpanan
Vivobook Pro hadir dengan SSD berkapasitas besar, biasanya mulai dari 512GB hingga 1TB. Penyimpanan yang besar ini memungkinkan mahasiswa menyimpan banyak file, termasuk proyek desain, video, dan software berat. Selain itu, kecepatan SSD yang tinggi juga mempercepat proses booting dan akses data.
Sebaliknya, Vivobook Go biasanya memiliki SSD yang lebih kecil, sekitar 256GB atau 512GB. Meskipun kapasitasnya lebih terbatas, kecepatan SSD tetap lebih baik dibandingkan HDD konvensional. Jika mahasiswa tidak terlalu membutuhkan ruang penyimpanan besar, Vivobook Go bisa menjadi pilihan lebih ekonomis.
4. Daya Tahan Baterai
Daya tahan baterai menjadi faktor penting bagi mahasiswa yang sering berpindah tempat untuk kuliah dan mengerjakan tugas. Vivobook Go biasanya memiliki daya tahan baterai yang lebih lama karena menggunakan prosesor hemat daya dan layar dengan konsumsi energi lebih rendah. Laptop ini bisa bertahan hingga 10-12 jam dalam penggunaan ringan.
Sebaliknya, Vivobook Pro yang memiliki spesifikasi tinggi biasanya lebih boros daya, terutama saat menjalankan aplikasi berat. Namun, dengan manajemen daya yang baik, laptop ini tetap dapat digunakan sekitar 6-8 jam dalam pemakaian normal. Jika mobilitas tinggi menjadi prioritas utama, Vivobook Go bisa menjadi pilihan lebih praktis.
5. Harga dan Anggaran
Vivobook Pro berada di kelas harga yang lebih tinggi karena spesifikasinya yang lebih premium. Laptop ini biasanya dibanderol mulai dari Rp15 jutaan hingga Rp25 jutaan, tergantung pada konfigurasi yang dipilih. Harga yang lebih mahal ini sebanding dengan performa dan fitur unggulan yang ditawarkan.
Di sisi lain, Vivobook Go menawarkan harga yang lebih terjangkau, mulai dari Rp5 jutaan hingga Rp10 jutaan. Laptop ini menjadi pilihan yang lebih ramah di kantong bagi mahasiswa dengan anggaran terbatas. Jika kebutuhan hanya sebatas tugas kuliah standar dan hiburan ringan, Vivobook Go bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.
Jadi, Mana yang Lebih Cocok untuk Mahasiswa?
Pemilihan antara ASUS Vivobook Pro dan Vivobook Go sangat bergantung pada kebutuhan dan anggaran masing-masing mahasiswa.
Jika Anda seorang mahasiswa desain, teknik, atau multimedia yang membutuhkan performa tinggi, Vivobook Pro adalah pilihan terbaik. Laptop ini mampu menangani tugas berat dengan lancar dan memberikan pengalaman penggunaan yang lebih profesional.
Namun, jika Anda lebih membutuhkan laptop untuk tugas ringan, mengetik, dan browsing internet, Vivobook Go bisa menjadi opsi yang lebih ekonomis. Hadir dengan harga yang lebih terjangkau, laptop ini tetap menawarkan performa yang cukup untuk kebutuhan akademik sehari-hari.
ASUS menawarkan berbagai pilihan laptop untuk mahasiswa, mulai dari Vivobook Pro yang berperforma tinggi hingga Vivobook Go yang lebih hemat dan praktis. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, sebelum membeli, pastikan Anda memahami spesifikasi dan fitur yang paling sesuai dengan kebutuhan akademik Anda.
Jika Anda tertarik untuk membeli laptop yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, cek pilihan terbaik dari ASUS melalui situs resminya. Dapatkan laptop dengan harga terbaik dan fitur unggulan untuk menunjang aktivitas perkuliahan
Tidak ada komentar
Hai, silahkan tinggalkan komen, pesan dan kesannya. Tapi maaf untuk menghindari spam dimoderasi dulu sebelum dipublikasi ya.